Hari-hari berlalu. Aluna menjadi sosok yang pendiam setelah kepergian ibunya. Bima semakin overprotektif pada Aluna. Pulang sekolah, Aluna dijemput, tidak boleh main. Di rumah, Aluna hanya diam di kamar. Tapi, Aluna tak pernah melawan, dia nurut pada Bima. Baskara pun sulit bertemu Aluna. Mereka hanya bisa mengobrol lewat chat. Setiap hari, Baskara berusaha keras menghibur Aluna lewat chat, membuat Aluna tersenyum saat membacanya. Baskara: Lagi apa, Al? Aluna: Tiduran. Baskara: Mau Aa temenin? 😉 Aluna: Coba aja. Tahunya besok jadi almarhum, dibantai Bima. Baskara: Hehe, iya juga, ya. Nonton yuk, Al? Aluna: Hmm, kapan? Baskara: Malam Minggu. Aluna: Aku nggak boleh keluar kalau nggak sama Vina, Dea, dan Risa, Kak. Baskara menghela napas saat membaca itu. Baskara: Ya sudah, ajak me

