Aluna terbuai dalam mimpi. Ia sedang duduk di pantai, memandangi matahari terbenam yang jingga kemerahan—sebuah pemandangan indah yang hanya bisa ia saksikan melalui mimpinya. Ia tersenyum, merasakan kedamaian. "Maaf, Tuhan. Dulu sepertinya aku tidak bersyukur," ucapnya lirih. "Kamu wanita baik yang aku kenal," suara serak seorang laki-laki di sisi Aluna memecahkan lamunannya. Wajahnya samar, seperti bayangan. "Siapa kamu?" tanya Aluna. Laki-laki itu menggenggam tangan Aluna yang dingin. "Seseorang yang selalu ada saat kamu susah. Seseorang yang selalu ada jika kamu sedang sedih, bahkan terpuruk," ucap laki-laki itu. "Aku punya teman?" tanya Aluna, penuh harap. Laki-laki itu mengangguk. "Banyak. Kamu cewek periang, pemberani yang pernah aku kenal." "Lantas kenapa aku begini?

