Masa Lalu Yang Menyakitkan

922 Kata

"Mau tidur, Sayang?" tanya Baskara saat Aluna sudah menguap lebar. "Hmm, Mas sudah beres?" tanya Aluna. "Sudah," ucap Baskara, senyumnya tipis. Baskara memapah Aluna untuk berjalan ke kamarnya. Wangi rambut Aluna yang baru selesai dicat membuat Baskara merasakan sesuatu yang dari dulu ia tahan. "Mas tidur di sini, kan?" tanya Aluna memastikan. "Iya, Sayang," ucap Baskara. Ia menyentuh pipi Aluna dengan lembut. Baskara mendekatkan wajahnya pada wajah Aluna. Ia mengecup bibir Aluna dengan lembut. Aluna kaget, pipinya bersemu merah. Baskara terdiam, antara ragu dan ingin. Wajahnya masih berdekatan dengan Aluna hingga Aluna bisa merasakan hembusan napasnya. Baskara kembali mencium bibir Aluna dengan lembut, kali ini lebih lama. Aluna pun membalasnya perlahan, ragu-ragu. Ciuman mereka b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN