Sejak kemarin, Arumi sudah kembali mendapatkan ponsel baru. Ya, walau bukan ponsel lamanya tak masalah yang ia butuhkan saat ini hanya nomor ibunya dari ponsel lama itu. Ah, tidak. Jika Reza sendiri menyimpannya, ia hanya perlu mendapatkan nomor ibunya dari ponsel suaminya. Setelah pindahan itu, tampaknya Reza sangat kelelahan. Ia sudah terlelap dengan dengkuran halusnya yang berirama. Diam-diam, Arumi mencari ponsel suaminya itu di setiap tempat yang memungkinkan. Memang Reza tak pernah menampakkan benda pipihnya itu saat ia sedang bersama Arumi. Ia nyaris menyimpannya sepanjang bersamanya, bahkan terkadang beberapa telepon ia abaikan jika sedang asyik dengan istrinya. Arumi terus mencari, merogoh setiap sakunya. Melucuti tas kerja suaminya. Hingga lemari khusus Reza, tapi benda pipih

