"Arumi!" kejut Reza kemudian. Arumi terperanjat, semua bayangannya kabur bersembunyi dari bentakan Reza. "Eh, i-iya, Mas. Ada apa?" "Kamu sedang lamunin apa sih? Dari tadi loh aku manggil!" protes Reza. "B-bukan apa-apa, Mas. Jadi tadi apa?" "Ambilkan minum!" Arumi bergegas mengambilkan air minum sesuai permintaan suaminya. Sesekali ia menggelengkan kepala, tak percaya dengan apa yang dipikirkannya. Kemudian ia pun kembali dengan segelas minuman di tangannya. Reza sendiri memasang wajah heran pada istrinya itu. Arumi jelas menampakkan sikap yang jauh berbeda dari biasanya. Seolah yang ada di depan Reza saat ini bukanlah Arumi. "Siapkan air hangat, sepuluh menit lagi aku akan mandi," titah Reza kemudian. Tanpa menjawab Arumi segera melengos ke kamar mandi menyiapkan air hangat sesua

