Masih dengan perasaan yang campur aduk, Arumi segera membawa barang-barangnya untuk pergi keluar. Jika harus keluar saat ini, ia takut orang suruhan Reza masih ada di sekitar klinik. Jika tetap tinggal pun, ia gak enak karena sepertinya Raka sangat marah padanya. 'Kenapa semarah itu? Sebenarnya siapa wanita itu?' batin Arumi sangat ingin tahu. Ia yakin, Raka takan semarah itu jika wanita tadi bukanlah orang penting. Arumi kebingungan apa yang harus dia lakukan. Demi apa pun, ia takut jika keluar lalu anak buah Reza menemukannya, maka tamatlah sudah hidupnya. Arumi melangkahkan kaki keluar kamar. Alih-alih ke luar rumah, ia melangkahkan kaki menuju dapur. Kemudian duduk di meja makan dengan bimbang. Nasi goreng buatannya sudah dingin. Tapi bukan itu tujuan Arumi duduk di sana. Ia sedang

