"Aku perhatikan sejak tadi, sepertinya kamu gusar sekali. Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Raka, kini mereka tengah duduk di sofa ruang tengah dengan TV yang menyala mengisi keheningan yang tercipta. Arumi menoleh pada Raka. "Apa aku sangat memperlihatkannya?" tanya Arumi. "Ya. Apa kamu tak nyaman tinggal di sini?" Arumi cepat menggeleng. "Bukan, bukan itu yang membuatku gusar." "Lalu?" "Ka, menurut kamu aku harus gimana?" Arumi semakin menampakkan kebingungannya. "Coba ceritakan pelan-pelan." "Seperti yang kamu tahu, aku ini adalah istri kedua Mas Reza. Sebetulnya, hal yang membuat ia marah adalah karena aku bertemu dengan Vera, istri pertamanya." "Untuk apa kamu menemui dia?" "Karena aku sudah tak mau bersatu dengan Mas Reza. Aku memohon padanya agar melepaskan aku, kar

