Gavin benar-benar mengantar Najwa ke kampus, meski sebenarnya kepala Gavin sedikit pengar sebab minuman semalam, tapi dia tetap menepati janjinya. "Mas gak papa?" tanya Najwa saat Gavin memijat keningnya. "Cuma pening." "Di bilang minuman itu gak baik buat kesehatan." Gavin menatap tajam, sementara Najwa segera menutup mulutnya. "Mas beneran mau berhenti minum kan?" tanya Najwa memastikan. "Hm." Gavin hanya berdehem. "Harus yakin dong, kalau enggak ya nanti tergoda lagi, gimana?" "Cerewet." saat ini mereka tiba di kampus. "Sudah sana masuk!" Najwa mencebik, lalu mengeryit saat Gavin menyodorkan tangannya "Apa?" "Cium tangan sama suami!" Najwa makin heran dengan tingkah Gavin, namun tak urung juga dia menyambut dan mencium punggung tangan suaminya itu. Najwa sudah turun saat Gavin

