Scent of The Devil Chapter 38 Mazen tertegun ketika dia baru saja selesai mengganti pakaian dan melihat Maara kembali dari pekerjaannya. Bukan tertegun karena kecantikan yang tampak nyata di depannya, tapi karena riasan dan pakaian yang dikenakan oleh Maara. “Tuan, bagaimana … kau lihat penampilan Maara? Bukankah dia sangat cantik?” Laiz memuji Maara sambil tersenyum lebar. Mazen bergeming, berusaha keras agar mulutnya tidak terbuka dan mengeluarkan teriakan yang hanya akan menyakiti Maara. “Mengapa kau diam saja, Tuan?” tanya Laiz, lalu dirinya mendekati Mazen dan menariknya supaya bisa lebih dekat dengan Maara. “Siapa yang meriasmu?” Suara yang keluar dari bibir Mazen itu begitu lirih, tapi sangat dingin dan tajam sekali. Laiz yang semula menggenggam lengan Mazen pun

