BAB 9 Beberapa Centimeter Dari Hati

1574 Kata

Angin siang berhembus lembut di taman luas TMII. Aroma dedaunan basah bercampur dengan suara tawa pengunjung yang berseliweran. Di tengah keramaian itu, Andi menarik napas panjang, seolah mengumpulkan keberanian yang sejak tadi tercecer entah di mana. Riyan berdiri di depannya, ekspresi wajahnya keras— “Ndi… tolong kamu jangan dekati Nayla lagi. Kamu tahu kan, sekarang Nayla sudah jadi pacarku.” Suara Riyan bergetar sedikit, tapi tatapannya tajam dan mantap. Andi mengangkat dagu sedikit, seperti menahan sesuatu di balik dadanya. “Tapi aku tahu… Nayla itu sebenarnya suka sama aku.” Kalimat itu jatuh seperti batu ke permukaan air—memecah segala ketenangan. Riyan terdiam. Rahangnya mengeras. Ada sekilas luka yang menembus matanya, tapi sesaat kemudian ia menoleh ke arah Nayla yang sedang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN