Sejak kemarin pagi hingga keesokan harinya, Serra dengan sangat terpaksa melayani suaminya berkali-kali, bertujuan untuk melembutkan hati suaminya agar tidak begitu marah padanya. Walaupun hatinya dan pikirannya ada pada ayahnya. Serra terus-terusan memikirkan sang ayah di balik senyuman dan keliaran serta kenakalannya di atas ranjang melayani suaminya. Kini ia sudah rapi kembali dan wangi. Suaminya sudah membelikannya pakaian baru. Sebentar lagi Farel akan menjemput mereka di mana seperti biasanya sang suami akan bekerja, sementara dirinya akan di-drop di rumah sakit. Suaminya sudah tampil begitu tampan. Mereka sedang menikmati sarapan mereka berdua. “Habiskan sarapan kamu! Aku akan mengantar kamu ke rumah sakit dan ingat, jangan pernah dekat lagi dengan dokter itu!” Ethan terus memperi

