Panasnya Hati

1102 Kata

“Buruan nyetirnya! Apa aku yang harus nyetir sekarang?” omel Ethan kesal melihat Farel mengemudi begitu pelan. Ethan tidak sadar kalau Farel mengemudi dalam kecepatan sedang, kecepatan yang biasa ketika mengantar jemput Ethan ke mana-mana. Rasa tak sabar yang dirasakan oleh Ethanlah yang membuat seolah-olah kendaraan berjalan lambat, padahal tidak. “Saya mengemudi dalam kecepatan sedang seperti biasanya, Pak. Kalau lebih cepat dari ini akan terjadi kecelakaan. Apa Anda mau kita berdua kecelakaan?” sindir Farel pelan. Sebentar lagi CEO-nya pasti akan membentaknya, tapi tak masalah. Farel sudah terbiasa. “Diam! Jangan membolak-balik pertanyaanku!” sembur Ethan garang, sesuai prediksi Farel. “Saya hanya mengatakan yang sejujurnya, Pak. Saya hanya tidak mau Anda berpikiran negatif pada say

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN