“Pak Ethan, Saya hanya ingin bilang kalau Anda jangan terlalu keras pada nyonya Serra. Biar bagaimanapun juga nyonya sedang berduka.” Farel buru-buru menyarankan CEO-nya supaya tidak meledak-ledak saat bertemu Gio nanti. Sejak menerima telepon dari dokter Gio tadi, Ethan mulai uring-uringan di kantor. Rasa gengsinya membuat atasannya tersebut memendam kemarahannya sendiri, kemarahan yang Farel tahu persis disebabkan oleh Gio yang mengurusi Serra yang pingsan ketika ayahnya meninggal. “Jangan mengaturku! Siapa yang mau keras padanya?” sungut Ethan kesal dituduh macam-macam oleh sekretarisnya. Tak mungkin ia akan marah-marah pada Serra, apalagi di depan umum. “Saya hanya mengingatkan karena saat ini nyonya Serra sedang dirawat oleh dokter Gio. Jangan sampai Anda mengamuk nanti.” Ethan me

