20. Teman?

4832 Kata

“ORLANDO!!!” Baru saja Orlando menghirup udara segar sembari melepaskan kerinduan pada kamarnya yang biasa menjadi tempatnya bernaung, suara Jimmy menyambutnya sebelum lelaki itu menginjakkan kaki di kamarnya. Jimmy memekik serta melompat girang ke arah Orlando yang masih berdiri di depan pintu kamar. Orlando merasa sesak karena Jimmy memeluknya sangat erat, seakan Orlando baru saja hidup dari kematian. Orlando tercekik sembari berusaha melepaskan diri dari Jimmy, namun semakin Orlando berusaha meronta, Jimmy semakin mengeratkan pelukannya. “Aku kangen! Sumpah, deh!” Orlando hampir kehabisan napas jika saja Jimmy tak melepaskan pelukannya. Orlando menghirup napas sebanyak-banyaknya, namun lelaki itu kembali merasa sesak napas. Kali ini bukan karena Jimmy, melainkan karena Andy dan Willi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN