“Terima kasih sebelumnya!” Aqueena memecahkan keheningan yang terjadi beberapa waktu sebelum akhirnya mereka sampai di bukit Salvander yang terletak tak jauh dari Centraour Academy. Sejujurnya Aqueena bukanlah tipe yang suka berterima kasih atau pun meminta maaf. Namun sepertinya Aqueena harus mengucapkannya sebab biar bagaimana pun berkat lelaki itu dirinya bisa selamat dari para penyihir hitam. “Sama-sama!” Lelaki itu membalas dingin. Suaranya membuat Aqueena ingin berteriak keras dan memaki. Aqueena lagi-lagi teringat seseorang yang cara bicaranya mirip seperti lelaki yang satu ini. “Maaf!” Aqueena bergumam pelan yang membuatnya langsung menggaruk tengkuk sebab berat dan juga malu mengucapkan kata maaf. “Untuk apa?!” Tanya lelaki itu setelah membalikkan tubuhnya menghadap Aqueena y

