Bab. 43

1411 Kata

Hanung sedang sibuk dengan pekerjaannya, sebuah ketukan pintu terdengar. Namun, belum sempat Hanung berseru masuk, lelaki itu sudah masuk lebih dulu. Hanung melirik ke arah lelaki itu lalu menunjukkan raut wajah malas, pasti lelaki ini datang untuk urusan Kartika. "Iya ... Iya Fer, besok akan aku pecat dia ... Jadi berhenti menganggu aku saat bekerja, apa kamu gak punya kerjaan lain?" "Aku kesini bukan untuk membahas dia." Jawab Ferdy dengan raut wajah datar. "Bukan untuk dia? Lalu ada perlu apa kamu kemari." Tanya Hanung "Apa Zahra itu punya saudara?" Tanya Ferdy "Ada ..." "Laki-laki atau perempuan?" "Perempuan." Jawab Hanung. "Semuanya?" "Iya ..." Tegas Hanung sekali lagi, merasa pertanyaan Ferdy sedikit mencurigakan membuat Hanung melemparkan tatapan menyelidik pada lelaki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN