Zahra menatap kosong dengan air mata yang terus menerus berlinang, wanita itu tidak berniat menghapus air matanya. Karena, dia sudah kehilangan Tuhan dalam dunianya. Bunda ... Isakan Zahra semakin pilu setiap kali dia mengingat momen kebersamaan dengan wanita itu, 23 tahun baginya tidaklah cukup, "Maafkan Zahra, Bunda." Lirih wanita itu di sela tangisnya yang semakin sesak, semuanya seperti mimpi, kehilangan sosok terpenting di hidupnya benar-benar membuat Zahra terpukul. Hanung berusaha menenangkan istrinya, ia merangkul pundak Zahra lembut dia tau bagaimana Zahra begitu sedih, setalah ingatan wanita itu kembali orang yang pertama kali dia sebutkan adalah Bunda, Dimana Bunda? Awalnya Hanung ingin menahan sebentar, dia takut rasa kaget membuat Zahra kembali down, tapi dia tidak ingin

