Bahkan, meskipun berusaha mengesampingkan kejadian enam bulan yang lalu, Sarka masih merasa kesulitan. Ia ingin sekali melupakan kejadian buruk itu, tapi seberapa besar usaha yang ia kerahkan, hasilnya tetap saja nihil. Sarka tidak berhasil, ia gagal melupakan peristiwa itu. Namun, Sarka berusaha untuk mengikhlaskan semuanya, ia ingin memulai hidupnya dari awal lagi. Sarka menghirup napas dalam-dalam, berusaha membuat dirinya tenang. Ia merasa sengatan sinar matahari yang menerpa sekujur tubuhnya. "Sekarang udah jam berapa Do?" "Jam tiga sore, kenapa? Mau balik ke bilik?" tanya Edo yang tengah duduk disamping Sarka. Kepala Sarka menggeleng. "Boleh deh, gue udah lumayan gerah." "Habisin dulu gih makanan lo, baru gue antar balik. Nggak baik nyisahin makanan kayak gini. Dikit lagi ju

