Nadine setengah terkejut ketika mendapati pintu dihadapannya terbuka dari dalam, padahal saja ia akan melakukan itu. Menghela napas panjang dan berusaha untuk tenang, Nadine memperhatikan ayahnya yang kini berdiri menjulang didepan Nadine. Mengusung senyuman, Nadine lantas meminta salam. "Nadine pulang yah," ujarnya pelan sembari mencium punggung tangan ayahnya. Di rumah ini, Nadine hanya tinggal berdua dengan ayahnya saja. Dan sebenarnya Nadine tidak terlalu dekat dengan ayahnya. Meskipun begitu, Nadine tahu jika ayahnya sayang kepada dirinya, begitupun Nadine sendiri. Hanya saja ayahnya memang lebih banyak diam dan fokus pada pekerjaannya. Hal seperti ini sudah lumrah, mengingat ayahnya harus memenuhi kebutuhan rumah seperti bayar air dan listrik, beli kebutuhan pangan serta kebutuhan

