"Calvin, lo harus lihat ini buruan!" Susan berteriak sembari mengguncang tubuh Calvin, sahabat sekaligus tetangganya, yang tengah tidur dengan nyenyak. Tapi, Calvin masih belum kunjung bergerak atau menunjukkan tanda-tanda jika cowok itu akan bangun dari mimpi indahnya. Hal itulah yang membuat Susan mengerang kesal dan memutar bola matanya kesal. Tidak menyerah, kembali Susan memberikan guncangan lebih kuat lagi. "Calvin, bangun deh buruan! Ini udah mau jam sepuluh dan lo masih molor aja." "Ish, gue masih ngantuk." Masih dengan mata terpejam rapat, Calvin mengerang sebal sembari mengusap telinganya dengan cepat dan gusar. Bukannya lekas bangun tidur seperti apa yang Susan inginkan, cowok itu justru malah menarik bantal guling, memeluknya dengan erat, lalu dilanjutkan mengubah posisi ti

