Pri Aneh ... Lagi?

1182 Kata
Keesokan paginya, Ariana terbangun dalam pelukan Abimanyu. Ia terperanjat kaget, lalu mendorong tubuh Abimanyu agar menjauh. Untungnya pria itu tidak terbangun, hingga Ariana bisa keluar dengan cepat dari kamar itu. Ia takut kalau Syahima akan curiga padanya, dan menganggap kalau Ariana adalah perempuan yang mudah jatuh ke dalam pelukan laki-laki. Semalam ia sangat kelelahan, hingga ketiduran di kamar Abimanyu. Baru beberapa langkah saja ia keluar dari kamar, Ariana malah berpapasan dengan Syahima. Wanita itu tampak sudah mandi, wajahnya terlihat tampak sangat segar. Berbanding terbalik dengannya yang masih berwajah bantal, yang bahkan belum tersentuh oleh air. “N-nyonya … selamat pagi.” sapanya gugup. Ia takut kalau Syahima akan berpikiran buruk tentangnya. Syahima tersenyum, “Selamat pagi, Ariana. Mandilah, aku ingin bicara denganmu.” ucapnya. Ariana lantas mengangguk, “Iya, Nyonya.” “Aku tunggu kau di ruang baca, nanti pelayan akan mengantarmu.” “Baik.” Syahima pun pergi, dan Ariana pun melanjutkan langkahnya menuju kamarnya untuk segera mandi dan juga berganti pakaian. Rupanya, saat Ariana masuk ke dalam kamar. Seorang pelayan tengah berada di kamarnya. Ia membawa satu set pakaian untuk Ariana. Dengan sedikit menganggukan kepala, ia berkata. “Nyonya Syahima ingin Nona Ariana mengenakan pakaian ini.” ucapnya dengan sopan. “Saya pamit dulu, Nona.” pamitnya lalu kemudian pergi meninggalkan kamar Ariana. “Benarkah ini untukku?” gumamnya, lalu Ariana pun mendekat untuk melihat pakaian yang ia pikir adalah pakaian kerjanya. Ariana berpikir, kalau ia juga akan mengenakan seragam pelayan seperti pelayan barusan. Namun, rupanya Ariana salah. Karena pakaian yang Syahima berikan bukanlah sebuah seragam pelayan. Akan tetapi, sebuah dress berwarna kuning, dengan corak bunga kecil yang sangat indah. Jika dilihat dari bahannya saja, pasti dress ini harganya cukup mahal. “Apa pakaian ini gratis, atau aku harus membayarnya dengan gajiku nanti?” Ariana tampak berpikir sebentar, lalu ia menghembuskan nafas berat. “Bahkan biaya operasi ibu pun sangat mahal. Mana mungkin, aku akan mendapatkan gaji.” Ariana meletakkan kembali gaun itu,kemudian pergi mandi. Jangan sampai Syahima menunggunya terlalu lama. Selesai mandi, sesuai permintaan Syahima, Ariana pun mengenakan dress yang tadi diberikan. Dan ternyata dress itu sangat cantik, setelah ia kenakan. Ariana menyisir rambut panjangnya yang indah bergelombang. Lalu mengenakan riasan tipis, agar wajahnya tidak terlalu pucat. Setelah semuanya selesai. Ariana lekas pergi menuju ke ruang baca, yang Syahima katakan tadi padanya. Di ruangan itu, Syahima tengah duduk bersama dengan seorang pria. Pria yang wajahnya sangat mirip dengan Abimanyu. Dan Ariana pun berpikir kalau pria itu adalah suami dari Syahima dan merupakan ayah dari Abimanyu. “Ariana, masuklah.” ucapnya pada Ariana, ia juga mempersilahkan Ariana untuk duduk. “Silahkan duduk.” “Terima kasih, Nyonya.” Syahima mengangguk, “Ar … perkenalkan, dia adalah suamiku, Chakra Bimantara.” Ariana pun mengangguk sopan pada pria itu, pria yang sejak tadi menatapnya dengan heran. Sebab, ia pun mengira kalau Ariana adalah Arabella. “Kau benar-benar mirip dengannya.” ucap pria yang bernama Chakra itu. Ariana hanya menanggapinya dengan senyuman, sebab ia sendiri tidak tahu siapa itu Arabella. Dan bahkan ia juga belum pernah bertemu dengannya. “Ar …” panggil Syahima. “Ya …” “Apa kau mengalami kesulitan saat bersama dengan Abimanyu?” tanya Syahima. “Sejujurnya, iya … aku agak kesulitan. Bahkan semalam saja aku tidak bisa kembali ke kamarku sendiri. Tapi … Nyonya tidak usah takut, aku tidak menggoda Tuan muda.” “Kami mengerti, Ariana.” ucap Chakra, ia sangat mengerti bagaimana kondisi putranya saat ini. Dan ia tahu, akan sangat sulit menghadapi pria yang tengah mengalami depresi, bahkan mungkin kondisi Abimanyu mendekati gila. “Sebenarnya ada yang ingin kami katakan.” “Silahkan.” “Chakra pun mulai mengutarakan keinginannya, “Seperti yang kau tahu kalau putraku, Abimanyu mengalami depresi. Ia mengalami banyak tekanan, dan hati serta pikirannya dipenuhi oleh perasaan bersalah. Perasaan yang menyesal yang sangat dalam, karena ia telah membuat Arabella hampir kehilangan nyawanya.” Ariana masih menyimak apa yang akan kedua orang ini katakan padanya. Ia juga penasaran sebenarnya apa yang harus ia lakukan, semoga saja mereka tidak meminta Ariana untuk menikah dengannya. “Kami ingin kau menjadi Arabella, untuk sementara waktu.” tukas Chakra. “Apa?” “Kami tahu kalau ini tidak akan mudah, tapi kami benar-benar membutuhkan pertolonganmu. Sudah lama sekali putraku seperti ini, dan aku ingin ia sembuh.” Syahima berkata dengan nada sangat sedih. “Tapi apa yang bisa aku lakukan?” Ayara pun sesungguhnya tidak tega pada mereka berdua. Apalagi mereka telah membantu biaya operasi ibunya, yang akan dilakukan siang ini. “Bersikaplah layaknya kau adalah Arabella. Jika ia melihat Arabella hidup dan juga tidak dalam kondisinya baik. Aku pikir kalau perasaan Abimanyu akan membaik. Sedikit demi sedikit perasaan bersalahnya akan hilang dan pada akhirnya, Abimanyu pun akan sembuh dan akan memulai hidup barunya.” Chakra ikut menimpali. Ariana pun setuju dengan permintaan mereka berdua, tidak ada yang bisa ia lakukan untuk membalas kebaikan mereka, selain membantu Abimanyu untuk sembuh. “Baik, aku bersedia. Tapi bisakah aku bertemu dengan ibuku. Ibuku tidak punya siapa-siapa lagi selain aku.” “ Tentu saja, kau bisa bertemu ibumu.” jawab Syahima. Akhirnya Ariana pun merasa lega, karena meski ia harus bekerja di rumah ini untuk menjaga Abimanyu dan berpura-pura untuk menjadi kekasihnya, ia masih bisa bertemu dengan ibunya. — Siang hari Di sebuah rumah sakit, seorang pria tengah menatap seorang gadis yang hampir setahun ini memejamkan matanya. Gadis kesayangannya, putri kecilnya yang selama ini sangat ia sayangi. Kini putrinya itu tidak berdaya. Ia hanya bisa berbaring koma, setelah ia mengalami kecelakaan setahun lalu bersama dengan kekasihnya. Ya … dia adalah Arabella, gadis cantik yang wajahnya mirip dengan Ariana. Pertengkarannya bersama dengan Abimanyu, membawanya ke dalam sebuah kecelakaan hebat yang membuat Arabella jatuh koma seperti sekarang ini. Pria itu bernama Darshan Prameswara, seorang pengusaha sukses ternama yang memiliki perusahaan besar dimana-mana. Selama ini, ia hanya hidup bersama dengan putrinya setelah ia bercerai dengan istrinya 20 tahun silam. Ia tidak pernah menikah lagi, sebab ia merasa tidak percaya pada wanita manapun. Dan ia tidak mau, jika kelak ia akan menikah dengan yang hanya akan mengkhianatinya. Pria itu mengecup kening putrinya, “Sampai kapan kau akan terlelap seperti ini, Nak. Papa rindu padamu, Papa sangat merindukanmu.” ucapnya dengan lirih. Dadanya terasa sesak, seperti sedang terhimpit sebuah beban yang sangat berat. Setelah cukup ia menumpahkan segala rindu pada putrinya, Darshan pun kemudian pergi meninggalkan Arabella. Ia harus bergegas kembali menuju kantor, ada banyak pekerjaan yang menunggunya. Darshan berjalan dengan cepat, ia hampir terlambat padahal siang ini ia ada meeting penting. Namun, karena ia ingin melihat putrinya terlebih dahulu Darshan memutuskan untuk pergi sejenak melihatnya. Namun, saat di lobi secara tidak sengaja ia menabrak seorang gadis yang juga tengah berlari. Sepertinya gadis itu tengah terburu-buru. Brukkk … Gadis itu pun terjatuh setelah ia menabrak Darshan. “Ya ampun, Tuan … maafkan aku.” ia bangun dan menundukkan kepalanya pada Darshan, sebagai permintaan maaf. Namun, betapa kagetnya Darshan saat melihat gadis yang menabraknya adalah gadis yang sangat mirip dengan Arabella. Wajahnya semuanya sama, hanya warna matanya saja yang berbeda. “Arabella, k-kau …” Darshan sungguh tidak percaya ia melihat duplikat putrinya sendiri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN