Sekarang aku tinggal di rumah Bunda. Sesekali aku menginap di apartemen kalau pulang terlalu malam dari kantor baruku. Pekerjaan ini tak seberat sebelumnya karena aku hanya perlu fokus pada inovasi produk dan pengembangan usaha saja. Material dapur dan kantor sudah disiapkan Bunda. Staff kantor juga sudah direkrut oleh Bunda beberapa waktu lalu. Resep sudah aku koordinasikan dengan seorang chef di awal aku kembali ke Jakarta. Dia begitu ahli dan bisa diandalkan. Deri belum juga menemuiku. Dia seperti mendiamkanku karena aku yakin dia sudah tahu aku sudah di Jakarta. Alih-alih menghubunginya, aku justru menghubungi Mama Anggi karena aku kangen keceriaannya. Kami berjanji untuk menghabiskan waktu di sebuah mall. Hari ini Mama Anggi ingin berbelanja beberapa barang denganku. Mama Anggi menj

