Panggilan Sayang

2620 Kata

Sambil menunggu Aldi menunaikan salat sunnah Dhuha, Salya meminum jus alpukat miliknya perlahan. Matanya sesekali mencuri pandang ke pasangan yang duduk tak jauh darinya, hanya berjarak dua meteran terhalang satu buah meja dan kursi di sebelah kirinya. Sesekali tubuhnya terlihat bergidik saat melihat salah seorang dari mereka. Beruntung Aldi tak lama datang menemaninya kembali.       Pemuda itu membenarkan posisi kursinya lalu duduk kembali di atasnya. Wajah Aldi nampak bercahaya setelah terkena air wudhu tadi, dia mengukir senyum ke arah Salya yang kadang menoleh ke arah kiri dan menunduk.       “Lama ya, Salya?” ujarnya membuka pembicaraan.      “Nggak kok, Kak. Cuma aku agak nggak nyaman aja sendirian di sini.”     “Sendirian? Bukannya tadi sebagian dari diriku kutinggalkan di hatim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN