Bab 28 Mawar Mulai Tertekan

1652 Kata

"Bu, Ibu lihat hape, Ranum yang ada di laci, gak?" tanyaku malam ini. Setelah mengobrak-abrik seluruh isi kamar, aku tidak sama sekali menemukan ponsel itu. Dan satu-satunya cara, ialah menanyakannya pada Ibu. Mata Ibu melirik sebentar ke arah Bapak yang tengah menikmati secangkir teh manis seraya duduk di sofa menonton televisi. Di bawahnya, Shanum sedang mewarnai gambar princess kesukaannya seraya duduk lesehan. "Iya, Ibu yang ambil." "Ya Allah, Ibu .... Kapan?" tanyaku tidak percaya. "Tadi. Saat kamu dan Bapak ke rukonya Haji Darmin, Ibu pulang dengan ojek." "Sekarang, mana ponselnya? Kembalikan padaku." Aku mengadahkan tangan meminta barangku kembali. Namun, Ibu menggelengkan kepalanya menolak memberikan ponsel yang menyimpan jawaban atas pertanyaan yang bersarang di otak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN