"Kenapa bisa kabur, Soni ...?" ujarku seraya mengurut kening. Aku mengambil ponsel dari Safira, langsung bicara pada Soni mengenai Cahaya. "Aku juga tidak tahu, Mbak. Aku dan Mama baru sampai rumah, tiba-tiba dapat kabar itu dari Mas Sandi. Sekarang aku lagi nyari, nih di sekitar kompleks. Nanya-nanya sama tetangga juga, kiranya ada yang lihat. Mbak bantu doa, ya agar Cahaya bisa segera ditemukan." "Doa, sih doa, Son. Tapi, hatiku jadi tidak tenang ini. Yasudah, deh aku ikut nyari juga," ujarku mengakhiri panggilan. Aku menoleh pada Safira yang mengedikkan bahu. Sepertinya memang sulit untukku lepas dari anak itu. Yang jadi pertanyaan aku, ke mana orang tuanya sampai anak itu bisa pergi tanpa mereka ketahui? Tidak mengunci pintu kah? Tidak diawasi? Mereka asik dengan dunian

