Pesona Sang Madu 38 Isi Surat Lyra “Dek ….” Panggilnya lagi. Meskipun Rasyad sudah memiliki firasat kalau Lyra telah pergi, ia masih tetap memanggil-manggil Lyra. Rasyad terduduk di pinggir Kasur, ia memijit pelipisnya. Dadanya sesak, tidak pernah ia berfikir jika Lyra akan meninggalkannya. “Lyra ….” gumamnya. Lalu pandangannya menangkap sebuah kertas yang terletak di nakas. Rasyad mengambilnya dengan tangan gemetar. Ia membuka lipatan kertas tersebut, dan membaca isinya. Assalamu’alaikum, Bang …. Sebelumnya adek minta maaf, karena adek mengambil keputusan ini tanpa membicarakan dulu pada Abang. Meskipun Abang masih belum mau jujur kalau sebenarnya Abang mencintai Zahra, tapi adek bisa merasakannya. Adek bisa merasakan melalui sikap Abang kepadanya. Mulut Abang memang tidak ber

