Ultimatum 2

1150 Kata

Pesona Sang Madu 12 Ultimatum 2   "Bang ... Bang Rasyad ...." Lyra mengerang, dalam tidurnya ia memanggil-manggil nama Rasyad. "Bang ...." Lyra kembali mengigau memanggil Rasyad. "Dek ...." Satu tangan Rasyad memegang tangan Lyra, satunya lagi memegang kepala Lyra. Keringat dingin bercucuran di dahinya. "Dek, kamu demam." ucap Rasyad lirih. Bergegas ia turun ke dapur mengambil air hangat dan handuk kecil untuk memgompres Lyra. Rasyad meninggikan suhu AC, lalu menyelimuti tubuh Lyra yang menggigil kedinginan. Jam masih menunjukkan jam dua pagi, setelah melihat Lyra agak tenang, Rasyad kembali berbaring di samping Lyra lalu memeluk tubuh Lyra hingga matanya terpejam. Lyra terbangun ketika sinar matahari sudah masuk ke kamarnya. Pagi ini, dia kembali telat bangun pagi. Untungnya Ly

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN