Pesona Sang Madu 48 Do’a untuk Zahra “Ruzayn kenapa? Sedih di tinggal papa?” tanya Lyra lagi. Padahal Lyra tau jika pertanyaan itu tidak pantas ia tanyakan pada Ruzayn karena Ruzayn sendiri yang merengek untuk tinggal bersamanya. Ruzayn kembali menggeleng, sekarang kedua matanya bahkan sudah mulai basah. Jika saja Ruzayn mengedipkan matanya maka tetesan air akan jatuh dari mata kecil itu membasahi pipinya. “Ruzayn kenapa?” Lyra berjongkok di depan Ruzayn. Kedua tangannya memegang bahu Ruzayn. “Aku … aku … pengen di peluk tante ….” ucapnya sambil terisak. Air mata Lyra menggenang melihat Ruzayn. Lyra memang tidak akan pernah melahirkan tapi ia juga seorang perempuan yang memiliki naluri keibuan. Kemudian Lyra membawa Ruzayn naik ke atas kasur, dengan lembut ia membaringkan tubuh Ruz

