Kali ini, aku yakin bukan mimpi. Aku mengajak Aiko mencari sarapan setelah ibadah subuh dan akan sengaja mampir ke indekost Eda untuk memastikan bahwa semua yang terjadi dalam mimpiku tidak nyata. Di depannya, kulihat motor Eda sedang dipanaskan dan seperti yang kulihat dalam mimpi, ada sebuah mobil sedan berwarna hitam terparkir di sebelahnya. Dan Eda terlihat sedang meregangkan otot – ototnya, membelakangi arah kedatangan kami. “Abang!” Aiko memanggil Eda dan berlari – lari kecil menghampirinya. Eda menoleh tapi gak kaget saat melihat kedatangan kami, apalagi saat melihat Aiko. Seolah dia memang sudah tahu kalau Aiko sedang bersamaku. “Sudah sarapan Bang?” Eda menggeleng seraya meregangkan lengan kanannya yang ditahan lengan kiri. “Ini aku beliin, sekalian kita mau numpang sarapan di

