Hari ini bagaimanapun Naga tidak akan membiarkan Lily di dekati siapapun. Walaupun sejak tadi dia terus saja menerima panggilan dari sang kaki kanan tapi tetap saja gerak-gerik Lily masih dalam pengawasan Naga. “Kalian harus kemari, tidak mungkin tidak hadir di acara pertunangan salah satu mafia terkuat di kota ini.” “Alex, kami sibuk dan baru saja selesai masa penjajakan. Bagaimana bisa kami ke sana begitu saja, aku rasa mereka akan tetap mengerti.” “Tuan Naga.” Lily menatap tangan pria yang menahan dirinya keluar dari bathtub. Dia masih sibuk bicara dengan Alex, sedangkan Lily sudah mulai merasa tak nyaman. Naga menyeretnya hingga kemari dengan ancaman yang sangat luar biasa, tapi sejujurnya Lily juga menikmati. Entah karena dirinya yang bingung atau sudah gila! Lily tidak tahu. “Ak

