Abi menghampiri Melya yang masih tertunduk, Sisil yang memahami kondisi ini, memilih untuk pergi meninggalkan ruang makan. Membiarkan Abi duduk di kursi yang sebelumnya ia tempati, lalu dirinya masuk kedalam kamar anak-anak, untuk bermain bersama keduanya. “Umi minta maaf kenapa? Umi kan gak ada salah apa-apa,” ujar Abi, lalu membawa tubuh sang istri agar berhadapan dengannya. Melya masih tak menjawab pertanyaan Abi, padahal mereka hanya berdua disana. Abi memilih untuk tetap diam, tak menanyakan apapun lagi, namun ia membawa tubuh istri cantiknya itu kedalam sebuah pelukan hangat dan penuh kasih sayang. Mendapat perlakuan seperti itu dari Abi, Melya semakin terisak dalam tangisnya. Walaupun merasa semakin bingung, Abi tak bertanya lagi, ia akan menunggu sampai Melya merasa lega setelah

