CHAPTER 87

2703 Kata

“Hah...?” “Kenapa, Bu? Kok kaget gitu,” tanya Anggi, melihat keterkejutan yang Melya tunjukan. “Setelah keguguran kemarin, saya belum boleh hamil dulu, Mba. Setidaknya dalam waktu tiga bulan, tapi sekarang, saya malah hamil,” lirih Melya, menjawab pertanyaan Anggi. “Nanti bisa Ibu konsultasikan ke dokter. Saya yakin, dokter pasti kasih solusi terbaiknya. Sekarang, lebih baik kalau Ibu makan dulu,” ucap Anggi mencoba menenangkan Melya, karena wanita itu sangat yakin, jika Melya merasakan ke khawatiran atas kehamilannya saat ini. “Saya cuma takut, Mba.” “Gak perlu memikirkan hal buruk, semua hal baik akan selalu bersama kita. Yang penting, kita juga harus selalu memikirkan hal yang baik.” Melya hanya menganggukan kepalanya menanggapi ucapan Anggi, ia merasa sedikit tenang mendengar kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN