Tak ada jawaban yang bisa Iqbal katakan, dirinya memang terlalu dalam memikirkan perasaan dan mental Priska, sampai tidak pernah sedikitpun memikirkan, perasaan Melya. Mengingat wanita itu sudah membagi suaminya dengan wanita lain, haruskah ia menuntut hal yang sama pada Melya, untuk yang kedua kalinya. Seharusnya memang Iqbal tak melakukan hal itu, masih banyak jalan keluar yang bisa dirinya ambil, walaupun harus meminta pertolongan Abi, tetapi bukan memaksa sahabatnya itu untuk menikahi adiknya yang sedang hamil. Setelah Iqbal meminta maaf pada Melya, atas permintaannya yang pasti sudah memberikan rasa kecewa di hati wanita itu. Iqbal juga meminta maaf, karena sudah mengganggu waktu Melya, yang seharusnya sudah sibuk dengan aktifitasnya. Iqbal berpamitan pulang, dan pria itu akan langsu

