CHAPTER 67

2035 Kata

“Mi, lanjut dulu ngobrol sama Miss Nisa, ya. Abi mau angkat telpon, ada telpon dari Rian,” ucap Abi, menunjukan ponsel miliknya, menunjukan nama Rian terpampang disana. “Iya, Bi.” Abi menganggukan kepalanya sopan pada Miss Nisa, sebagai tanda hormat dan permisi, jika dirinya akan berpindah ke tempat lain, untuk menerima panggilan telepon. Setelah pria itu pergi ke tempat yang lebih jauh, Melya kembali berbincang dengan guru yang mengajar putranya. Membahas banyak hal, terutama menanyakan bagaimana perkembangan Azzam selama belajar di sekolah ini. “Lubna...” seru Azzam yang melihat temannya baru saja datang. Melya dan Nisa menolehkan kepalanya bersamaan, melihat kemana Azzam menatap Lubna bersama orangtuanya baru saja datang. Memang benar seperti yang Azzam ceritakan tadi, Lubna akan me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN