CHAPTER 103

1614 Kata

Satu minggu berlalu, baik Melya atau Abi belum sekalipun mendapatkan kabar tentang penangkapan Sisil oleh pihak kepolisian. Saat Sisil datang ke rumah Melya, untuk menandatangani surat pemutusan kontrak kerja, semuanya berjalan dengan baik tanpa ada kendala sedikitpun. Hati Melya kembali tercubit, saat melihat kebahagiaan Azzam dan Neina, yang bisa kembali bertemu dengan mamih mereka. Namun, wanita itu kembali teringat akan ucapan yang pernah Abi katakan padanya. Setiap perbuatan pasti akan ada akibatnya, apalagi yang Sisil lakukan sudah termasuk tindak kejahatan, yang menyebabkan wanita itu harus berurusan dengan aparat hukum. Rasanya ingin sekali, Melya meminta agar Abi mencabut tuntutannya pada Sisil, saat Melya tak mampu menjawab setiap kali Azzam menanyakan keberadaan wanita itu. Te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN