Setelah resepsi, Dinda segera membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian di kamar. Ia tau kalau keluarganya ada yang masih tinggal, jadi ia yakin Rangga akan tidur di kamarnya malam ini. Tak lama, seseorang mengetuk pintu, itu adalah Andi yang mengantarkan baju untuk dipinjamkan ke Rangga. Meski baru SMP, tubuh Andi cukup tinggi hanya beda beberapa centi di bawah Candra. Mungkin bajunya akan kependekan di tubuh Rangga, tetapi itu lebih baik daripada memakai baju Dinda yang hampir semuanya gamis kecuali Mihna (baju dalam jilbab (gamis), di dalamnya ada celana, baju lengan pendek bisa juga daster). "Kak Rangga sama Mba beneran gak papa?" tanya Andi ragu. Dinda tersenyum menenangkan, "Gak papa, insyaa Allah apapun yang terjadi jika kita melakukan sesuai koridor syariat, Allah ridho." "A

