"Assalamualaikum Kak Dinda!" siapa Rangga dengan manis. Dinda hanya tersenyum, ia jadi ingat tentang ucapan Candra yang mengatakan tentang perasaan Rangga padanya, tetapi ia lihat bahwa Rangga sudah lebih lapang dan menerima kenyataan daripada mengejar dirinya seperti hari-hati yang lalu. Dinda segera meletakkan kedua cemilan di atas meja ruang tamu. "Waalaikumsalam, kalian baru pulang dari sekolah?" tanyanya. "Iya Kak, tadi Guru mau takziah jadi pulang cepet." "Oh gitu, ya udah ... yang salat, salat zuhur dulu ya. Candra ajakin temen-temennya." "Iya Mba," jawab Candra melepas kaos kakinya. "Oh ya, abis itu langsung ke ruang makan ya. Kebetulan aku udah masakin banyak." "Hem, ada acara apa nih Kak?" tanya Ares. "Enggak ada acara apa-apa, cuma pengen aja masak banyak, mungkin feeli

