Tempe Mendoan

1150 Kata

Candra terkejut, "Mau apa dia, ngomong apa?" Dinda tersenyum lagi, entah kenapa kali ini senyum miris Dinda terasa menyebalkan bagi Candra. "Dia bilang dia juga ikhlas kalau misal tunangannya menikah dengan Mbak, tapi itu pun bukan selama-lamanya karena dia tetap akan melakukan janjinya dengan Radika yaitu menikah," jelas Dinda jujur. "Astaghfirullah hal adzim, mereka nggak punya muka banget sih ...." "Di dalam situasi ini, Mbak nggak berani berpikir seperti itu. Kita nggak tahu apa yang udah terjadi sama Radika dan tunangannya selama ini, hubungan mereka dan bagaimana mereka bisa sampai di tahap yang serius," ujar Dinda mencoba mengerti situasi pihak lain. Candra jadi merasa tertohok, Dinda selalu saja berpikir secara dalam dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Namun, di situa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN