Angka 10

1231 Kata

Ketika Rangga melihat ke arah Andi, bocah yang hampir setengah tahun lagi akan melaksanakan UNBK itu ternyata juga melihat ke arahnya. Ekspresinya tentu tidak bersahabat, ia menatap Rangga dengan wajah seperti menahan sesuatu. Rangga pikir mungkin Andi tengah menahan urgensi BAB, tapi kenapa ia tidak ke belakang saja. Bukankah itu menguntungkan ia, jadi tidak berada di dekat Rangga dalam suasana canggung itu. Ia tau kedua adik istrinya itu masih tidak menerimanya, tapi tentu saja pemikiran prik ala Rangga tidak benar. Andi bukannya menahan BAB, tapi menahan amarahnya ketika melihat Rangga dan situasinya sekarang yang harus berdua dengannya di meja makan. Tau kalau Rangga bingung, Andi langsung memberanikan diri bertanya. "Kenapa Mas Rangga mau nikah sama Mbakku?" Agak terejut dengan p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN