Aku membawa Dion ke ruangan interogasi yang di sana ada Mira dan Devan, mereka kaget ketika aku membawa Dion ke ruangan itu. Aku hanya tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi kedua orang tersebut. “Kalian kagetkan, aku berhasil menemukan anaknya Danya?” tanyaku sinis ke arah mereka. Kakak beradik itu hanya diam melongo, bahkan Mira terlihat pasrah setelah melihat Dion. “Dion, kamu kenal sama mereka berdua?” tanyaku pada Dion, Dion melihat wajah Mira dan Devan secara bergantian, dan dia mengangguk sambil menatapku takut-takut. Aku menyuruh Dion untuk duduk di sebelahku dan berhadap-hadapan dengan mereka. “Kenapa kamu membawa anak yang tidak bersalah kemari?” tanya Mira padaku. “Ini adalah satu-satunya cara agar kalian mengaku. Kenapa kal

