"Tuh si abangnya udah datang!" tutur si Abi. Seperti biasa, pasti tak ada yang mau membawa Shilla. Shilla jadi mulai berpikir. Apa ia mencoba menyetir mobil saja? Dari pada pusing setiap akan berangkat begini. Kalau menyewa supir, Abinya belum menemukan yang pas dan bisa dipercaya begitu. Begitu keluar, Ferril sudah duduk di atas motornya. Kening Shilla mengerut. Ia kira abang ojek eeh ternyata sepupunya sendiri. Ia terkekeh. Abinya bilang si abang sih! "Abang gak kerja?" "Ini sekalian makanya." "Kan beda arah, Bang." "Mau ke rumah sakit Papa." Aaah. Shilla mengangguk-angguk. Usai memakai sepatu, ia langsung naik ke atas motor. Gadis itu pasrah diboncengi Ferril menuju sekolah. Tumben-tumbennya tak banyak obrolan di atas motor Ferril. Biasanya cowok itu suka kepo. Tapi setelah Shill

