Menjadi Remaja : Geng Krucil (Part 14)

1888 Kata

Ferril dan Ardan menahan tawa melihat wajah Ali yang tampak masam. Usai menonton, mereka malah nongkrong begini. Tadi salah satu anak buah Ferril di kantor Regan mengatakan kalau penguntitan malam ini dibatalkan. Akhirnya mereka malah duduk di salah satu kafe kopi mahal yang ada di mall ini. Beberapa restoran sudah tak menggunakan tenaga manusia untuk pemesanan atau pun pembayaran makanan dan atau minuman. Sementara untuk pembuatan makanan, khususnya di kafe ini, masih secara penuh menggunakan tenaga manusia. "Tikung aja. Gue bilang juga apa." Itu saran yang sama sekali tak boleh didengar. Ali hanya menghela nafas mendengarnya. Kaki kanan Ferril ditekuk dan diangkat di atas kaki kirinya. Cowok itu bersandar pada sandaran kursinya. Tatapannya terarah ke langit luar yang gelap. Ini sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN