“Aaah... Sialan!” Di sebuah gang kecil yang berada tidak jauh dari rumah sakit, Papa Runa yang masih mengenakan pakaian pasien itu menghempaskan tubuhnya ke atas tumpukan plastik besar berisi sampah yang memang memenuhi tempat pembuangan sampah itu. Pria itu memejamkan kedua matanya, berusaha menormalkan laju napasnya yang tersengal-sengal sementara tubuhnya sudah banjir keringat. Pria paruh baya itu bukan seseorang yang akan betah terbaring lama di rumah sakit. Itulah mengapa sekarang ia memilih untuk melarikan diri hanya beberapa jam setelah siuman. Meski luka bekas pukulan botol yang membuat kepalanya bocor belum sepenuhnya bocor dan kaki kirinya yang terluka cukup parah setelah terjatuh dari lantai 3 membuat langkahnya menjadi pincang, pria itu tetap tidak mau membuang waktunya untuk

