Hari ini : Vote skuy!! Aku termenung memikirkan bagaimana nasib pernikahanku selanjutnya, sudah seminggu ini aku tidak bertemu dengan Marshal dan Flo. Bahkan mereka sama sekali tidak menghubungiku, untuk sekedar memikirkan diriku saja mungkin tidak, miris sekali. Aku tertawa dalam hati. Nay bodoh! Seharusnya aku benci dengan Marshal, tapi hatiku seolah enggan melepas namanya. Aku sudah terlanjur jatuh terlalu dalam, mencintainya begitu besar. "Nay." Suara mbak Eva membuyarkan lamunanku. "Makan dulu ya, ini udah hampir siang dan kamu sama sekali belum makan." Mbak Eva duduk di sebelahku, dia begitu beruntung dicintai laki-laki seperti bang Dito. "Kamu beruntung mbak, bang Dito begitu mencintai kamu dan Al." ucapku. "Nay, kamu juga beruntung, memiliki keluarga yang

