Hari ini : "Izinkan Nay tetap menjadi istri mas Marshal. Beri Nay waktu sampai anak kita lahir, setelah itu, Nay janji gak akan ganggu kehidupan mas Marshal lagi. Mas bebas memilih cinta mas, termasuk kembali bersama mbak Nadia dengan Flo diantara kalian." Aku mengatakannya dengan gemetar, ini adalah keputusan yang begitu berat. bahkan tidak pernah aku pikirkan sebelumnya. Dengan spontan Marshal melepaskan pelukan kami. "Nggak Nay! Kamu kenapa ngomong begitu? Kamu istri mas, istri sah. Kamu lebih berhak atas apapun Nay." Ucap Marshal. Jari-jarinya menghapus air mata yang berada di pipiku. Aku sangat menikmati kala bibirnya mengecup kedua mataku yang terpejam, kemudian turun mengikuti jejak air mata yang tersisa dan berhenti tepat di bibirku. Cukup lama Marshal menciumku, hanya menempelk

