17

1227 Kata

A tersenyum kecil melihat pemuda di depannya. Dia duduk di pinggir ranjangnya yang di kelilingi gadis-gadis yang sudah pernah di perbudaknya. "Gue minta maaf sama kalian semua." Ucapan itu begitu mengejutkan gadis-gadis di depannya. Ada rasa takut dalam hati pemuda itu. Tapi kemudian melanjutkan lagi perkataannya. "Kalian boleh bebas atau mau tetap disini ngebantu gue buat bikin usaha baru." Itu membuat gadis berseru senang. Mungkin banyak yang menginginkan kebebasan. Pemuda itu menatap A. Datar. Wajahnya datar. A menatapnya juga dengan senyum tipis di bibirnya. A mungkin tidak tau pekerjaan apa yang dilakukan dia selama ini, yang A tau, pekerjaan setelah ini lebih baik dari pekerjaan sebelumnya. Sebelum semua berkumpul disini, A memberikan sebuah saran untuk meminta maaf kepada oran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN