"Gue yakin lo bisa denger walaupun suaranya kecil," kata Rea pada lelaki di depannya Lelaki itu diam di tempat tidur seakan tidak ada Rea disana bersamanya. "Hey. Lo denger gue ngomong ga sih?" Kata Rea mulai kesal Setelah satu jam yang lalu Rea berusaha mengungkapkan sesuatu yang selama ini disembunyikan oleh orang depannya ini, dia sama sekali tidak membuka mulut. "Kak, sebenernya kak Chandra memang punya kelebihan yang kakak bilang tadi. Tapi-" itu adalah adiknya si pasien "Kenapa?" "Setelah kecelakaan itu, kak Chandra tidak bisa melakukannya lagi." "Mana mungkin?" "Rea dokter mau lo ketemu sama dia," suara itu berasal dari pintu masuk ruang pasien. Arfan. Rea menoleh sebentar pada Arfan dan mengangguk. Lalu kembali lagi menatap si pasien. "Lo bisa gabung sama gue kalo lo pu

