Makam Eomma

1004 Kata

                “Kenapa paman sepertinya begitu sedih, Oppa,” ucap Wang Ji So dengan suara yang rendah.                 “Kasian ayah, sepertinya masalah yang dia hadapi begitu berat sampai ayah meneteskan air matanya,” jawab Yun Ja.                 “Kita diam saja dulu di sini ya, Oppa. Takutnya kita malah mengganggu,” tangkas Ji So.                 “Baiklah, tetapi kamu tidak apa-apa harus menunggu seperti ini sampah ayahku pulang?” tanya Yun Ja dengan tatapan yang terfokus.                 Setelah satu jam lamanya, akhirnya tuan Wang So memutuskan untuk pulang. Pria itu menyeka air matanya.                 “Aku pulang dulu Haeso, apa yang aku ceritakan tadi semoga kamu akan mengerti, aku tahu kamu memperhatikan kami, kalau bisa kamu hadirlah di mimpiku dan di mimpi Ji So, agar Ji So

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN