"Dengerin?" heran Papah. "Nggak perlu banyak tanya! Dengerin dulu, Pah!" perintah Mamah. Papah pun segera mendengarkan rekaman suara yang ada di ponsel itu. Saat ia tengah serius mendengarkannya, ia pun akhirnya tersadar bahwa suara itu adalah suaranya sendiri, itu adalah suara pengakuannya. "Papah bisa-bisanya selingkuh di belakang Mamah! Mamah kurang apa sih, Pah!? Mamah selama ini udah mencoba jadi istri yang baik untuk Papah! Bahkan, Mamah nggak pernah sedikit pun menentang Papah sekali pun!" jerit Mamah. "Mah, dengerin penjelasan Papah dulu ya. Jangan langsung marah-marah kayak gini." ujar Papah yang bermaksud menenangkan Mamah, namun tidak berhasil. "Nggak perlu, aku nggak mau denger sedikit pun penjelasan dari kamu! Aku kasih kamu waktu selama satu minggu untuk merenungi semua

