Episode 48

1982 Kata

"Kak Rafa!" jerit Anna seraya melemparkan buku-bukunya. Kini, kamarnya menjadi sangat berantakan. Safira sangat menyesal dengan perbuatan yang sudah dilakukannya sendiri. Penyesalan memang selalu datang akhir. Maka dari itu, sebaiknya, sebelum membuat keputusan, harus dipikirkan dengan benar-benar sebelum akhirnya mendatangkan sebuah penyesalan. *** "Jadi, memang benar Anna pelakunya?" tanya Rizki pada dirinya sendiri. Ia tengah mendengarkan alat penyadap yang ia pasang di kamar Anna. "Rizki, ayo makan." ajak Mamah yang tiba-tiba saja memasuki kamar Rizki. Rizki pun segera menoleh ke arah Mamah. "Mamah?" "Kamu lagi ngapain? Makan dulu yuk." ajak Mamah. "Iya, Mah. Sebentar lagi, ya." ujar Rizki. "Ya udah, Mamah tunggu ya." ujar Mamah seraya keluar dari kamar Rizki dan menutup pintun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN